Posted by: wordasworld on: 19 Desember 2009
Benar-benar tak mudah bagi seorang aku untuk jatuh cinta.
Dan dia adalah yang keempat sepanjang umurku.
yang dapat tinggalkan rasa mendalam
di benak seorang dengan kemandirian menakjubkan
yang tak pernah mengaku membutuhkan cinta
(oke, terserah apa kata kalian,
that just what I feel. Haha.)
But hemm,
untuk kesekian kali dia lagi-lagi bukan pria yang tepat.
Status yang tanpa sengaja mempertemukan kami
sekaligus membuat hubungan ini menjadi sangat salah.
Jangan tanya aku mengapa.
Karena aku pun akan menentangnya,
Bila orang lain yang lakukannya.
Apalagi selisih usia kami yang sama sekali tak bisa diakali.
Let’s start to count.
I just 16,
And he’s going to be 30 before I graduate from SHS.
I still want to fulfilled my youth with beautiful experience and achievement.
And age try to chase him.
Married after SHS?
Pikiran konyol itu terkadang terlalu menggoda untuk tidak dilaksanakan.
There is no real reason to not do that.
But have baby?
WTF with that thing.
Satu hal yang paling aku takuti dengan menjadi dewasa adalah hal itu.
So however it’s too impossible for us to be together.
I understood that silly thing from the first time I look at him (and promised to make myself special in his heart).
Aku rasa
ada yang sedang menggeleng-gelengkan kepala di seberang pulau membaca tulisan ini.
Maaf ya udah memaksa kamu mendengar cerita dan memberi solusi.
I know that.,
Aku egois dengan melakukannya.
But I can’t tell someone who recognise him, right?
Reputasi aku dan dia akan sama-sama hancur kalau itu terjadi.
Kami akan dipisahkan itu pasti.
Aku memang ingin dia tak ada di dekatku,
untuk cegahku khayalkan asa kosong.
Tapi wanita mana yang senang dijauhkan dengan lelaki yang dapat memberinya sensasi aneh.
Jangankan benar-benar terpisah dengannya.
Mengetahui dia akan segera dapat kembali kutemui dalam berapa hari lagi pun,
Telah cukup tuk buatku kehilangan fokus camping ini.
Well.
Setelah aku baca lagi tulisan ini dari atas ke bawah,
Kok terasa agak berlebihan gimana gitu.
That’s all what i feel seriously,
tapi mungkin tak seekstrem yang terdengar kok kalau kalian jalani sendiri.
Love you dear.
Always hope the best for us..
Posted by: wordasworld on: 16 Desember 2009
Rasa luka
Adalah selalu abadi
Yang memintamu merenung
Warna langit yang merona
Indah memulai penyembunyian
Bagai kita awal berjumpa
Dengan nama cinta
Waktu terpaksa berjanji tuk
Ijinkanku melepasnya
*jawaban dari pertanyaan terbesar kalian tentang ‘dia’.
Just decoded that short poem.
Posted by: wordasworld on: 16 Desember 2009
Rasa luka
Adalah selalu abadi
Yang memintamu merenung
Warna langit yang merona
Indah memulai penyembunyian
Bagai kita awal berjumpa
Dengan nama cinta
Waktu terpaksa berjanji tuk
Ijinkanku melepasnya
*jawaban dari pertanyaan terbesar kalian tentang ‘dia’.
Posted by: wordasworld on: 15 Desember 2009
Jujur ya.
Kupikir-pikir aku hanya menyukai saat berlomba, berkompetisi, dan menjadi juara.
Aku dapat melakukan banyak hal untuk mempersiapkan diri,
begadang semalam untuk menyiapkan presentasi,
merevisi makalah berkali-kali,
Dan berlatih siang malam selama berbulan-bulan untuk OSN.
Sisi diriku yang perfeksionis dan workaholic akan sangat mendominasi bila aku telah fokus memasang target.
Yang menjadi masalah,
Aku sama sekali tak punya alasan untuk meraih semua itu.
Aku hanya senang, bahagia, just it.
However.,
Di titik jenuhku seperti saat ini.
Pertanyaan yang sama tetap menghujam.
Mengapa aku melakukannya?
Mengapa aku mempelajari fisika sedalam ini?
Apa manfaat yang benar-benar kudapatkan?
Apa yang akan aku lakukan di masa depan dengan semua ini?
…
Any answers friends ?
Posted by: wordasworld on: 11 Desember 2009
Well minggu ini benar-benar padat banget.
Medspin, PGCD -> LKTI + LCTF benar-benar membuat minggu ini berat melelahkan dan menyenangkan.
Setelah final exam yang baru selesai minggu lalu,
Hantaman lomba-lomba menjadi kehilangan sebagian feel-nya.
Aku yang sebelumnya excited banget buat belajar mendaftar dan mencari detail lomba, sempat lost power juga.
However.
Kemarin minggu aku join medspin seleksi wilayah bandung di sma 3.
Soalnya, well aku udah predict bakal gitu and aku juga udah sempat baca soal-soal sejenis di giancoli.
But exam bikin aku lupa semua yang udah kupelajari.
Dan result-nya pun keluar, meskipun terasa unbelievable banget.
Well score kelompok aku minus dong.
Ini pertamakalinya aku bisa dapat kaya’ gitu.
Memang kita udah ga terlalu berharap banyak selama mengerjakan.
Tapi at least 12 soal benar la dan tak sampai minus.
PGCD yang berlangsung mulai selasa hingga kemarin Kamis membuatku tidak seriweuh biasanya.
Aku tidak terlalu mempermasalahkan score itu, meski rekan-rekan sekelompokku pun bertanya-tanya dalam tawa sarkatis kami.
So let’s start the story about PGCD.
Aku join di dua lomba, yang sebenarnya bukan suatu yang dianjurkan panitia.
Tapi karena sekolah udah kasih lampu hijau, so dengan yakin Kutetap jalani keduanya.
LCTF.
Hem. Speechless.
Profesionalitas panitia diuji berulang kali.
Peraturan yang telah diumumkan di website sebelumnya dianulir hanya beberapa menit sebelum pengerjaan soal dimulai.
Ini sudah ketidakprofesionalan panitia yang kesekian kali dan sangat mengecewakan.
Padahal masih ada 3-4 soal yang dapat kukerjakan bila penggunaan kalkulator tetap diizinkan.
So, Dengan susah payah dan di peringkat hampir-hampir akhir kelompok aku sukses sampai ke semifinal.
However ,
I can’t join the next step.
Waktu pelaksanaan babak semifinal bentrok dengan jadwal presentasi LKTI.
Hal ini telah diantisipasi sejak diputuskan aku mengikuti keduanya.
So, maaf ya teman-teman aku harus milih.
Aku tau dari awal daftar sedikit banyak kalian kecewa sama keputusan aku.
Tapi maaf banget.
Terlalu sulit buat aku melewatkan kesempatan ini.
Aku ngga pernah benar-benar dapat kesempatan untuk menguji kemampuanku.
Finally, kita memang belum lolos ke final.
Saat aku menyaksikan sesi permainan lainnya aku pun tak yakin akan kemampuanku.
Kisaran soal aku belum benar-benar mendalam pada materi semester 5 terutama.
So, here we go. Next year insya Allah.
LKTI.
Seperti yang pernah aku tulis sebelumnya, aku cukup yakin akan lolos ke babak presentasi setidaknya.
Dan itu benar.
Selama presentasi semua lancar terkendali alhamdulilah.
Cuma aku kurang puas sama alokasi waktu yang tidak konsisten dan media power point aku yang agak error gimana gitu di laptop panitia.
Sebenarnya kalau panitia benar-benar tegas menetapkan peraturan dan pengumuman diberikan secara merata ada banyak masalah yang ngga perlu kuhadapi.
Aku harus hapus 10 slide presentasiku karena waktu yang disebut dibatasi.
Aku pun ngga sempat cek ulang sebelum mulai presentasi,
Karena kakak-kakak ku yang lolos LCTF (well mereka juga sampai ke final) ’sangat’ ontime.
Sial. Aku datang 2 menit sebelum pembukaan mulai dong.
However.
I got the 2nd place.
Dengan selisih yang cuma 1 point dengan peringkat pertama dari skor total 100 point.
Huh, andai waktu itu …
Udahlah.
This is your first LKTI, right?
Yeah ‘a real karya tulis’ by myself.
Now I’m on the train.
On the way to Semarang, place for olimpiade camp PASIAD this year.
Sejujurnya sedikit banyak aku bersyukur atas kekalahanku.
Karena aku sadar fisik dan mental aku nggak sekuat yang terlihat.
Pray for me the best yah!
Posted by: wordasworld on: 30 November 2009
Saat aku sudah tak mempercayai lagi apapun yang kamu katakan.
Saat aku telah dapat memalingkan pandangan dari wajahmu.
Saat aku telah merelakan kamu untuk jalani hidupmu,
dengan semua yang membuat kata ‘kita’ menjadi tak mungkin,
dengan cincin emas putih yang tak lama lagi melingkar di jarimu.
Saat aku telah dapat kembalikan ’status’ kita yang wajar, yang dibenarkan dunia.
Saat aku telah berhenti merasa iri akan pilihan-pilihan kamu.
Kamu kembali membuat yang aku lakukan terasa sia-sia.
Kamu pikir gampang menghapus kata ‘kita’ ,
jika kamu terus mengecup keningku dalam.
Kamu pikir aku bisa bertahan membiarkanmu menatapku tanpa merasa clumsy.
Kamu pikir perhatian-perhatianmu yang ajaib itu, membuatku merasa normal.
Kamu pikir saat kamu tersenyum aku bisa cuma mengganggap kamu seorang monsieur.
Iya Sayang.
Aku tau (sekarang) takdir memang melarang kita untuk bersama.
Tapi entah siapa yang tau nanti.
Jadi tolong
bantu aku menganggap takdir ini telah mengikat aku dan kamu selamanya.
Karena aku tak mau berharap sama yang tak pasti, Sayang.
Posted by: wordasworld on: 25 November 2009
Kakak
Maaf
Entah mengapa tiba-tiba aku teringat lagi padamu
Kurasa ini tahun kesepuluh kau pergi
Dan aku tak pernah berhitung atau pun mengingat
Inikah hari di mana seorang anak TK menangis meraung
Mendengar kepergianmu
Sepuluh tahun lalu
Entah kak
Tak ada lagi yang membahas tentangmu
Bukan melupakanmu
Tapi melepaskanmu
Membuatmu tenang di alam sana
Tiba-tiba aku seolah mendengar pujianmu
Yang penuh berisi nada iri
Janjimu untuk mengalahkanku sebelum aku masuk sekolah dasar
Aku mengingat saat kau temani aku di saat kumenunggu jemputan sendiri
Aku tak dapat lupakan saat kau ajari permainan kanak-kanak yang hamper buatku menangis
Kau hapus air mataku
Melindungiku dan mengakui kesalahan yang sebenarnya kulakukan
Dan di hari kau pergi
Aku berada di rumah sakit tempat semua orang berlari ke ruang gawat darurat
“seorang pelajar SD terlindas bus” kata mereka.
Aku tak pernah terpikir itu kamu sama sekali tak pernah
Dan aku pun pergi ke taman kanak-kanak ku seperti hari normal lainnya.
Tapi itu sama sekali bukan hari yang normal.
Di sekolah mereka kembali menyatakan hal yang sama
Meminta kami mendoakan seorang kakak yang meninggal karena kecelakaan
Dan mereka menyebut namamu. Namamu Kakak.
Aku tak benar-benar yakindengan apa yang kudengar
Dan aku menatap kosong
dengan tanpa sadar menangis meraung
seperti yang kulakukan lagi sekarang.
Aku tak datang
Menengokmu untuk terakhir kali
Entah
Mereka menganggapku terlalu muda
untuk sampaikan selamat jalan padamu
aku tak pernah memikirkanmu lagi
yah terkadang masih
sekedar berpikir
bagaimana dirimu bila masih ada hari ini
tapi tak pernah sedetail yang terjadi sekarang
aku pernah berkata anak TK tak mengenal cinta
tapi bila sepuluh tahun berlalu
dan kau tak pernah mendengar atau mengingat apapun
lalu tiba-tiba kau menangisinya
bukankah itu cinta?